Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Warga Asia Berpotensi Keroposan Tulang

Written By kom nampultig on Sabtu, 23 Juni 2012 | 00.36

Warga Asia Berpotensi Keroposan Tulang Osteoporosis pada masa-masa mendatang akan menjadi salah satu penyakit serius di kalangan penduduk Asia. Pada tahun 2050 diperkirakan 50 persen dari kasus osteoporosis di dunia bakal terjadi di Asia dan menjadi beban ekonomi dan sosial cukup tinggi bagi masyarakat dan pemerintah.

Prediksi cukup ”mengerikan” itu terungkap dari hasil audit International Osteoporosis Foundation (IOF) bertajuk ”The Asian Audit Epidemiology, Costs and Burden Osteoporosis in Asia 2009”. Peluncuran data audit soal osteoporosis Asia untuk pertama kalinya dilakukan dalam konferensi dunia komunitas peduli osteoporosis di Beijing, Selasa (22/9).

Dari data yang dikumpulkan dari 14 negara di Asia terlihat bahwa kejadian patah tulang pinggul meningkat 2-3 kali lipat dalam 30 tahun ini. Peningkatan itu terutama terjadi karena asupan vitamin D dan kalsium yang masih rendah dikonsumsi tiap orang di setiap negara.

Amrish Mithal, Koordinator IOF Asian Audit, mengatakan, meskipun ancaman besar osteoporosis secara umum semakin tinggi di Asia, penyakit itu belum diakui dan diperlakukan sebagai penyakit yang mengakibatkan beban ekonomi sosial yang terus meningkat. Dengan peningkatan penduduk usia lanjut yang besar di Asia, sebanyak 50 persen kasus patah tulang yang mengakibatkan kecacatan hingga kematian akan terjadi di Asia tahun 2050.

Mark Wilson, Regional Managing Director Asia-Middle East Fonterra, menjelaskan, apa yang dilansir IOF hampir sejalan dengan hasil pemeriksaan kesehatan tulang Anlene. Pengujian kesehatan tulang yang gencar dilakukan Anlene di setiap negara di Asia menemukan sekitar 40 persen yang diperiksa berisiko menderita osteoporosis.

”Dari pemeriksaan itu juga ditemukan asupan vitamin C jadi masalah. Demikian juga asupan kalsium. Penduduk di Asia hanya memenuhi 50 persen dari asupan mineral yang dibutuhkan tulang setiap harinya. Berdasarkan rekomendasi WHO, konsumsi kalsium sebesar 1.000-1.300 miligram/hari, tetapi rata-rata di Asia hanya 450 miligram/hari,” kata Mark.

Judy Stenmark dari IOF mengatakan, data itu diharapkan bisa diperhatikan pemerintah, praktisi kesehatan, dan masyarakat umum. ”Mesti ada tindakan segera untuk mencegah meningkatnya kejadian patah tulang. Ada jutaan orang yang akan menderita jika tidak ditangani serius. Beban itu terutama cukup berat bagi masyarakat di daerah pedesaan karena penderita sering diperlakukan secara konservatif, hanya dirawat di rumah, tanpa mendapat keuntungan dari operasi dan pemulihan,” kata Judy.

Bukti-bukti peningkatan osteoporosis itu terlihat di Hongkong. Dalam empat dekade terakhir, penderita patah tulang pinggul naik hingga 300 persen. Di Singapura peningkatan hingga 500 persen.

Di Jepang jumlah penderita patah tulang di kalangan penduduk berusia 75 tahun meningkat drastis dalam 12 tahun. Di China 70 juta penduduk berusia 50 tahun ke atas menderita osteoporosis—berarti ada 687.000 penderita setiap tahun.

Indonesia dengan 237 juta penduduk akan memiliki 71 juta penduduk berusia lebih dari 60 tahun pada tahun 2050. Dari pengujian menggunakan mesin dual energy X-ray absorptiometry (DXA), diperkirakan sekitar 28,8 persen laki-laki dan 32,3 persen wanita sudah osteoporosis. Dari laporan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, 41,8 persen laki-laki dan 90 persen perempuan memiliki gejala osteoporosis, sedangkan 28,8 persen laki-laki dan 32,3 persen perempuan sudah osteoporosis.

Cyrus Cooper, Chair International Osteoporosis Foundation of Scientific Advisors, mengatakan, pemerintah mesti membantu masyarakat mampu memenuhi kebutuhan vitamin C dan kalsium, terutama kalangan masyarakat tidak mampu dan yang berada di pedesaan.

”Memang di sejumlah negara sudah ada sinyal positif. Osteoporosis sudah diakui sebagai masalah kesehatan yang perlu ditangani serius dengan menyiapkan program pencegahan dan perawatan. Pemerintah yang belum menyadari ancaman osteoporosis bagi penduduk di negaranya mesti diyakinkan dengan prevalensi data penderita dan beban ekonomi sosial yang timbul,” kata Cyrus.

Kuncinya pencegahan

Di Asia dan seluruh dunia diperkirakan 20 persen penduduk meninggal karena patah tulang pinggul terkait osteoporosis. Sebanyak 40 persen tidak bisa berjalan sendiri dan sisanya memerlukan bantuan orang lain selama setahun kemudian.

Penyakit itu sebenarnya sangat mudah dicegah. Program pencegahan dengan menjaga kesehatan tulang sejak usia muda mesti menjadi fokus untuk melawan osteoporosis massal.

Masa waktu terbaik untuk memastikan kesehatan tulang adalah semasa muda. Dengan menjalankan aktivitas olahraga dan nutrisi yang baik, kalsium yang cukup, ditambah paparan sinar matahari pagi yang cukup agar vitamin D berproduksi di tubuh, sudah bisa menguatkan tulang.

Joanne Todd, Health Platform Manager Fonterra, menjelaskan, penanganan penyakit osteoporosis di Asia perlu ditekankan pada pencegahan. ”Penyadaran akan ancaman osteoporosis harus semakin gencar dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Pendidikan juga mesti dilakukan supaya masyarakat tahu bagaimana mencegah osteoporosis yang bisa jadi beban ekonomi dan sosial yang tinggi,” kata Joanne.

Kondisi osteoporosis di dunia saat ini, satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki usia 50 tahun ke atas akan menderita patah tulang karena osteoporosis. Perubahan hormon menyebabkan perempuan lebih berisiko daripada laki-laki.

Kehilangan jaringan tulang secara umum dimulai setelah usia 40-an tahun. Kecepatan menggantikan jaringan tulang secara cepat dibandingkan kehilangannya. Pada perempuan tingkat kehilangan jaringan tulang meningkat setelah menopause, ketika produksi hormon estrogen berhenti. Kesehatan tulang sejak muda sangat dipengaruhi faktor nutrisi dan gaya hidup seperti olahraga. Asupan kalsium dan vitamin D mesti cukup.

Untuk penderita mesti diupayakan peningkatan keseimbangan, seperti program aktivitas yang disesuaikan secara individu, sehingga dapat mencegah jatuh. Program olahraga khusus di bawah pengawasan profesional dapat menolong pelepasan rasa sakit setelah patah tulang Warga Asia Berpotensi Keroposan Tulang.
00.36 | 0 komentar | Read More

Olahraga Sehat Cegah Keroposan Tulang

Olahraga Sehat Cegah Keroposan Tulang Meskipun ancaman osteoporosis akan semakin meningkat di kalangan penduduk Asia di masa depan, penyakit  tersebut sebenarnya sangat mudah untuk dicegah. Karena itu, program pencegahan dengan menjaga kesehatan tulang sejak usia muda  mesti menjadi fokus untuk melawan osteoporosis massal.

Dalam pandangan masyarakat awam, osteoporosis itu hanya perlu dikhawatirkan ketika usia tua. Tetapi dalam kenyataannya sekarang, banyak orang usia muda 15-25 tahun yang sudah didiagnosa memiliki gejala osteoporosis.

Ice Tjetjep Suparman, Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) di sela-sela konferensi dunia komunitas pemerhati osteoporosis di Beijing, Rabu (23/9), mengatakan dari pemeriksaan kesehatan tulang yang dilakukan kepada berbagai kalangan masyarakat, ditemukan orang  muda berusia 13-24 tahun sudah mengalami pengapuran pada tulangnya. Sedikitnya sekitar 1.500 orang muda dideteksi memiliki gejala osteoporosis dari pemeriksaan terbatas.

Gitara Siahaan, dari bidang pendidikan Perwatusi, mengatakan orang-orang muda berpikir mereka tidak terancam osteporosis karena penyakit itu diyakini terjadi saat usia lanjut. Tetapi pola hidup yang tidak sehat sejak muda seperti merokok, makan-makanan junk food, tidak berolah raga menyebabkan kondisi tulang tidak prima.

"Kami berusaha untuk menjangkau orang-orang muda juga supaya mereka menabung kalsium dan vitamin D sejak muda. Supaya di masa tuanya. mereka tidak mengalami ancaman osteoporosis karena tulang kurang  mineral-mineral yang dibutuhkan." kata  Gitara.

Joanne Todd, Health Platform Manager Fonterra, menjelaskan kesadaran soal ancaman osteoporosis mesti terus dilakukan. Dukungan kuat itu terutama datang dari komunitas-komunitas masyarakat atau profesional kesehatan yang peduli terhadap beban yang ditimbulkan penyakit itu.

Dari hasil audit International Osteoporosis Foundation yang baru diluncurkan, ditemukan fakta bahwa osteoporosis akan menjadi penyakit serius di kalangan penduduk Asia. Diperkiarakan sebanyak 50 persen osteoporosis di dunia terjadi di Asia pada tahun 2050.

Osteoprosis menyebakan penderitaan yang bisa menimbulkan kecacatan hingga kematian. Banyak kejadian patah tulang pinggul, pasien meninggal saat serangan di tahun pertama.

"Osteoporosis sangat bisa dicegah. Dengan menjalankan diet yang sehat,namun  tetapi memperhatiakn asupan dengan vitamin D dan kalsium yang cukup, olah raga cukup sepanjang hidup, secara signifikan dapat mengurangi osteoporosis di masa mendatang," kata Joanne.

Untuk orang yang menderita osteoporosis juga tetap dapat menjaga kesehatan tulang. Bukan berarti kalau didiagnosa osteoporosis mereka langsung pasti patah tulang.

Penderita osteoporosis dapat memulihkan kesehatan tulang dengan  mengkonsumsi kalsium yang cukup meskipun diet, vitamin D, melakukan latihan fisik secara regular dan tepat, meminimalkan risiko jatuh, berhenti merokok, tidak minum alkohol berlebihan, serta mengkonsumsi obat antitulang patah yang diresepkan dokter jika diperlukan.

Cyrus Cooper, Chair International Osteoporosis Foundation of Scientific Advisors, mengatakan osteoporosis sudah harus menjadi perhatian soal masalah kesehatan.Pemerintah mesti membantu masyarakat untuk mampu memenuhi kebutuhan vitamin C dan kalsium, terutama bagi kalangan masyarakat tidak mampu dan yang berada di pedesaan.

"Memang di sejumlah negara sudah ada sinyal posistif. Osteoporosis sudah diakui sebagai masalah kesehatan yang perlu ditangani serius dengan menyiapkan program pencegahan dan perawatan. Pemerintah yang belum menyadari ancaman osteoporosis bagi penduduk di negaranya, mesti diyakinkan dengan prevelansi data penderita dan beban ekonomi sosial yang timbul," kata Cyrus Olahraga Sehat Cegah Keroposan Tulang.
00.34 | 0 komentar | Read More

Susu Makanan Untuk Tulang sehat

Susu Makanan Untuk Tulang sehat Hari Osteoporosis Nasional 2009 diperingati ribuan warga di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, tanggal 25 Oktober lalu. Sebagai sebuah event, acara itu cukup berhasil menarik perhatian, yang tentu tidak lepas dari peran sebuah perusahaan swasta yang memasarkan produk susu, terutama untuk orang dewasa.

Acara itu juga seolah-olah merupakan antitesis atau sanggahan terhadap pendapat bahwa minum susu terlalu banyak justru menyebabkan osteoporosis. Pendapat yang terakhir ini tercantum dalam buku best seller karya Prof dr Hiromi Shinya, The Miracle of Enzyme-Self-Healing Program, yang tahun 2008 telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan Qanita, anak perusahaan Mizan.

Hingga tahun ini, buku itu telah mengalami cetak ulang beberapa kali. Tak kurang dari pengusaha Ciputra amat memercayai isi buku itu, sampai pernah mengadakan seminar untuk warga usia lanjut di rumahnya dengan pembicara seorang dokter yang menguraikan pokok-pokok isi buku Shinya.

Dalam bukunya itu, Shinya yang guru besar kedokteran Fakultas Kedokteran Albert Einstein di Amerika Serikat menulis demikian: ”Satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.”

Apa argumen Shinya terhadap pendapatnya yang ”melawan” pendapat umum ini, termasuk sebagian dokter ahli gizi klinik? Menurut Shinya, kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. ”Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah Anda tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine,” demikian pendapat Shinya.

Ia menambahkan, ”Jika Anda mencoba minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar—Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia—yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap hari, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.”

Masuk akal

Menanggapi pendapat Shinya ini, pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Waloejo Soerjodibroto, ketika dihubungi menyatakan bahwa pendapat tersebut masuk akal. Waloejo mengaku belum membaca buku Shinya, tetapi ia belum yakin bahwa kadar kalsium yang berlebih akibat asupan minum susu justru akan mendorong pembuangan kalsium dari ginjal melalui urine, termasuk kalsium dari massa tulang. ”Betapapun susu adalah sumber protein sehingga dalam konteks yang benar, susu tetap berguna untuk tubuh,” katanya.

Walaupun demikian, Waloejo setuju dengan sebagian pendapat Shinya bahwa susu sapi memang paling cocok untuk anak sapi, bukan untuk anak manusia, apalagi manusia dewasa. ”Dalam perkembangan masyarakat modern, air susu ibu diganti oleh susu formula atau pengganti air susu ibu supaya kaum ibu bisa aktif bekerja. Manusia punya otak untuk merekayasa, termasuk menciptakan pengganti air susu ibu yang mendekati atau mirip air susu ibu, walaupun tak bisa sama persis,” tambahnya.

Kita tentu ingat slogan gizi ”Empat Sehat, Lima Sempurna” yang diciptakan tokoh gizi nasional, almarhum Prof dr Poorwosoedarmo, sekitar empat dekade lalu, yang menyebutkan bahwa konsumsi susu ”menyempurnakan” empat komponen makanan lainnya (karbohidrat, protein dan lemak nabati/hewani, sayur, dan buah-buahan). Menurut Waloejo, slogan itu bagus dan amat berguna pada masa tahun 1960-an ketika kondisi gizi masyarakat Indonesia masih kurang baik karena memberikan panduan yang mudah diingat masyarakat awam.

”Namun, kini kita dapat mempertanyakan, apakah benar tanpa susu asupan gizi kita kurang sempurna. Panduan ini kemudian diganti dengan istilah ’menu seimbang’ (balanced diet), yang sebenarnya juga tidak pas. Yang benar untuk konteks Indonesia adalah giza atau gizi lengkap (wholesome diet). Semua komponen ada, tidak kelebihan, tidak kekurangan,” tutur Waloejo.

Konsumsi ikan

Menurut Prof Errol Untung Hutagalung, Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), puncak massa tulang (peak bone mass) manusia terjadi pada usia 20 hingga 30-an tahun. Jumlah penderita osteoporosis terus meningkat dan dikhawatirkan menjadi beban masalah kesehatan di Indonesia 40 tahun lagi. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan memaksimalkan mengonsumsi kalsium ketika usia 20-30 tahun. Pengurangan kalsium mulai terjadi pada usia 40 tahun dan makin meningkat setelah usia 50 tahun, katanya (Kompas, 26/10). Ketika dihubungi semalam, Hutagalung menyatakan belum membaca buku Shinya sehingga belum bisa berkomentar bahwa konsumsi susu malah dapat meningkatkan laju osteoporosis.

Prof Waloejo sebaliknya setuju dengan pendapat Prof Shinya bahwa asupan kalsium tidak melulu harus dari susu. Ikan-ikan kecil dan rumput laut, yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang, ternyata mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap (slow release) yang justru dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam darah.

Waloejo menekankan, yang penting untuk mencegah berkurangnya massa kalsium pada jaringan tulang bukan hanya asupan kalsium, tetapi juga tersedianya vitamin D3, yang dibuat dari inti kolesterol.

Pada awal evolusi, manusia purba tidak gampang mencari lemak. Dalam perkembangannya, lingkungan dan pola hidup manusia berubah, tetapi mekanisme usus dan enzim-enzim manusia purba masih tidak berbeda dengan manusia modern.

”Itulah sebabnya kita sekarang menjumpai banyak kasus obesitas, kelebihan kolesterol dan trigliserida. Kritik Prof Shinya ada benarnya,” katanya Susu Makanan Untuk Tulang sehat.
00.33 | 0 komentar | Read More

Manfaat Tulang Sehat Cegah Kanker

Manfaat Tulang Sehat Cegah Kanker Ibarat sekali mendayung dua pulau terlampaui, begitulah khasiat dari obat penguat tulang yang ternyata juga bermanfaat mencegah kanker payudara.

Kesimpulan awal ini dihasilkan dari hasil studi yang dilakukan terhadap 151.592 partisipan wanita, di mana 2.216 partisipan mengonsumsi bisphosphonates atau penguat tulang untuk mencegah osteoporosis, pada awal studi.

Pada saat dicek ulang tujuh tahun kemudian diketahui hanya 31 persen dari partisipan yang minum suplemen tulang yang menderita kanker payudara. Manfaat positif dari suplemen ini mendominasi, bahkan setelah para peneliti memasukkan berbagai faktor, seperti usia, kebiasaan merokok, berat badan, hormon, dan faktor lain yang memengaruhi kepadatan tulang dan kanker payudara.

Kendati penelitian ini belum cukup membuktikan manfaat suplemen ini bagi pencegahan kanker, tetapi cukup memberikan harapan. Apalagi, banyak perempuan yang mengonsumsi tablet penguat tulang ini.

Namun, para ahli masih belum memahami bagaimana kerja tablet ini, apakah karena tulang jadi lebih tahan melawan penyebaran kanker, atau karena obat ini memiliki manfaat sampingan sebagai antitumor yang mampu mencegah munculnya kanker.

Studi lainnya yang menguatkan manfaat tablet tersebut bagi pencegahan kanker adalah studi yang dilakukan para ahli di Israel. Dalam penelitian yang membandingkan 2.000 wanita menopause penderita kanker payudara dengan 2.000 yang tidak menderita kanker payudara, diketahui 29 persen pasien dari kelompok pertama mengonsumsi bisphosphonates.

Meski begitu, tablet tulang ini diketahui memiliki efek samping berupa rasa nyeri di otot dan persendian. Sampai saat ini obat yang direkomendasikan untuk mencegah kanker payudara pada wanita sehat adalah penghambat hormon yang disebut tamoxifen dan raloxifene Manfaat Tulang Sehat Cegah Kanker.
00.31 | 0 komentar | Read More

Cegeh Keropos Tulang dengan Segera

Cegeh Keropos Tulang dengan Segera Osteoporosis, atau sering dikenal sengan penyakit keropos tulang, adalah kondisi terjadinya  pelemahan dan perapuhan tulang akibat berkurangnya kalsium dan mineral lainnya dari tulang. Tulang menjadi mudah patah pada penggunaan normal atau bila jatuh terpeleset, misalnya. Osteoporosis terjadi perlahan-lahan dan tanpa gejala awal, sehingga tidak disadari  akhirnya terjadi patah tulang. Patah tulang sering terjadi pada tulang belakang, tulang panggul, dan pergelangan tangan.

Menurut penelitian, sekitar 40 persen penderita osteoporosis mungkin mengalami fraktur (patah tulang) karena kerapuhan tulangnya. Setengah dari penderita fraktur ini mengalami cacat jangka panjang dan sekitar 20 persennya akan meninggal dalam waktu satu tahun sejak patah tulang. Angka-angka statistik tersebut menunjukkan betapa osteoporosis ini harus dicegah dan ditangani dengan baik.

Seberapa besar risiko kita?
Wanita: Empat kali lebih rentan osteoporosis karena beberapa faktor, seperti massa tulang lebih kecil atau asupan kalsium sejak usia remaja yang lebih sedikit. Turunnya estrogen saat menopause juga mengakibatkan proses deposisi kalsium di tulang menurun.

Usia: Mulai 30 tahun ke atas, proses perapuhan tulang dimulai, sehingga kita berisiko kehilangan tulang hampir 1 persen setiap tahunnya.

Bentuk tubuh: Orang yang kurus sekali tentu massa tulangnya lebih kecil daripada yang normal berat badannya. Begitu juga degnan orang yang memiliki rangka tubuh kecil.

Ras: Orang Asia dan Kaukasia lebih rentan terkena osteoporosis daripada orang Amerika Latin dan Afrika.

Riwayat keluarga: Selain faktor genetik atau keturunan, kebiasaan makan juga umumnya mengikuti pola makan orangtua.

Aktivitas fisik: Jarang olahraga dan bekerja tanpa tenaga fisik, bisa memperlemah tulang. Olahraga yang menumpu berat badan, seperti berjalan, angkat beban, senam, bahkan berdansa, bisa memperkuat tulang.

Asupan kalsium: Kurang asupan kalsium sebelum usia 30-35 tahun menyebabkan tulang kurang rapat densitasnya. Setelah usia itu, asupan kalsium yang kurang dapat mempercepat proses osteoporosis.

Konsumsi obat-obatan tertentu: Obat seperti hormon steroid dan tiroid dapat mempercepat kerapuhan tulang.

Kebiasaan merokok: Bisa mempercepat osteoporosis pada pria dan wanita. Selain itu, merokok menurunkan kadar estrogen pada wanita, sehingga risiko osteoporosis juga meningkat.

Pecandu alkohol: Golongan ini umumnya mengalami gangguan gizi, sehingga mudah terkena osteoporosis Cegeh Keropos Tulang dengan Segera.
00.29 | 0 komentar | Read More

Tulang Keropos Gigi Pasti Ompong

Tulang Keropos Gigi Pasti Ompong Osteoporosis atau pengeroposan tulang bisa terjadi tanpa terlihat adanya perubahan bentuk atau struktur luar tulang, tetapi daerah di dalam tulang menjadi berlubang-lubang sehingga mudah patah. Demikian pula yang terjadi pada rahang.

Rahang sebenarnya merupakan tulang. Namun, rahang terdiri dari tulang trabekular yang tidak sepadat tulang biasa. Trabekular sangat rentan terhadap osteoporosis. Karena itu, jangan kaget bila tulang rahang yang menjadi tempat gigi menempel bisa keropos.

Pada waktu kalsium tulang digerogoti, rahang lebih dulu yang merasakan. Akibatnya, gigi menjadi longgar sehingga rentan menjadi ompong. Pada usia 65 tahun, orang yang sehat mungkin telah kehilangan sebagian besar giginya.

Selain rahang, kebanyakan tulang patah akibat osteoporosis juga terjadi pada bagian tulang belakang, pergelangan tangan, dan panggul. Sebenarnya, kejadian osteoporosis dapat ditunda atau dicegah.

Menurut dr.Sonja Roesma, SKM, AAK, dalam buku Pencegahan Dini Osteoporosis, pencegahan osteoporosis dapat dilakukan sejak pembentukan tulang saat bayi masih dalam kandungan hingga usia balita lewat pemenuhan gizi dan nutrisi. Selanjutnya, pemadatan tulang dan percepatan tumbuh saat usia remaja menjadi masa pencegahan yang paling berarti.

Tulang, seperti organ-organ lain dalam tubuh, membutuhkan diet seimbang yang terdiri dari energi, protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin untuk pertumbuhannya. Tulang sangat memerlukan makanan yang kaya kandungan mineral dan kalsium.

Selain susu, kalsium juga banyak terdapat pada ikan teri, sarden, kacang-kacangan, dan sayuran. Dengan berinventasi pada "bank" tulang melalui gizi yang baik dan gaya hidup sehat, tulang menjadi kuat dan lebih tahan pada hari tua Tulang Keropos Gigi Pasti Ompong.

00.27 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger